KALIBRASI ARAH KIBLAT PONPES AL ISHLAHIYYAH WONOREJO 2026
https://www.maputrialishlahiyyah.sch.id/adm/article/1/tambah/#https://www.maputrialishlahiyyah.sch.id/adm/article/1/tambah/#
Pimpinan Cabang Lembaga Ta’mir Masjid NU (PC
LTMNU) bersinergi dengan Pimpinan Cabang Lembaga Falakiyah NU (PC LFNU) kab. Pasuruan pada
hari Senin, 19 Januari 2026 mengukur Arah Kiblat Musholla Lembaga Pendidikan
dan Musholla Ponpes Putri Al Ishlahiyyah dsn Tumpuk desa Sambisirah kec.
Wonorejo Kabupaten Pasuruan.
Pertama yang dilakukan
adalah mengukur arah kiblat di Gedung Serba Guna Al Munawaroh yang juga
difungsikan sebagai Musholla bagi lembaga pendidikan di bawah Yayasan Al
Ishlahiyyah mulai dari RA,MI, MTs,MA, TPQ dan Madrasah Diniyyah. Dilanjutkan
dengan mengukur arah kiblat Musholla Ponpes Putri Al Ishlahiyyah dan Asrama
Putri.
TUJUAN UTAMA KALIBRASI ARAH KIBLAT
Tujuan utama dari kalibrasi arah kiblat adalah untuk memastikan
keakuratan dan ketepatan arah kiblat (Ka'bah di Mekah) sesuai perhitungan
astronomi, sebagai syarat sah salat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keyakinan dan kekhusyu’an umat
Muslim saat beribadah, memperbaiki potensi kesalahan arah pada alat/aplikasi,
serta memastikan bangunan masjid/musholla memiliki posisi kiblat yang benar.
TUJUAN
RINCI DARI KALIBRASI ARAH KIBLAT
1.Menjamin
Keabsahan Ibadah (Sholat)
2.Memastikan
posisi shaf shalat sesuai syariat Islam, karena menghadap kiblat adalah salah
satu syarat sah shalat. Koreksi Akurasi Alat
Memperbaiki penyimpangan pada alat ukur konvensional (kompas) maupun
digital (aplikasi smartphone) agar lebih presisi.
3.Memastikan
Presisi Bangunan, Memverifikasi ulang arah kiblat masjid, musholla, atau
pemakaman agar tidak terjadi pergeseran arah dari yang seharusnya.
4.Memberikan
Ketenangan Ibadah: Meningkatkan keyakinan jemaah bahwa arah shalat sudah tepat,
bentuk
Pelayanan Keagamaan dan menjadi panduan
akurat bagi umat khususnya warga
Nahdliyyin dalam mendirikan
tempat ibadah.
Pada
waktu-waktu tertentu, umat Islam dapat melakukan kalibrasi arah kiblat. Proses
kalibrasinya adalah sebagai berikut:
1. Sesuaikan jam yang akan digunakan untuk
kalibrasi arah kiblat ini dengan jam atom bmkg di http://jam.bmkg.go.id atau http://ntp.bmkg.go.id.
2. Gunakan alat yang dapat dijadikan
tegak lurus pada tanah yang datar untuk kalibrasi arah kiblat ini. Alat ini
bisa berupa bandul yang digantung atau tiang pancang atau dinding bangunan yang
benar-benar tegak lurus terhadap tanah yang datar.
3.
Lakukan
proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum waktu yang ditentukan, hingga 5 menit
sesudahnya, dengan puncak kalibrasi pada waktu-waktu yang ditentukan.
4. Perhatikan arah bayangan yang terjadi pada alat yang digunakan untuk kalibrasi arah kiblat ini.
5.
Tarik
garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis yang ditarik itulah arah
kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas
Ka’bah.
Garis
tersebut adalah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat
tepat berada di atas antipodal Ka’bah. Alhamdulillah kata Gus Mujib PC lembaga Falakiyah NU Kab.Pasuruan bahwa
untuk hari itu (19 Januari 2006) bayang2 matahari lurus dg qiblat/Kakbah/ posisi Matahari saat tepat berada
di atas Ka’bah.
Alhamdulillah
acara kalibrasi tersebut berjalan lancar, walaupun ada kendala sedikit yaitu
saat matahari tertutup awan/ mendung, sehingga kalibrasi dihentikan sebentar
dan tidak bisa di lanjutkan. Setelah
acara kalibrasi tersebut ditemukan arah
kiblat berada dalam kemiringan di arah barat daya dengan kemiringan sekitar 18%
Peringatan: Jangan melihat Matahari secara langsung tanpa menggunakan penapis cahaya karena sangat berbahaya bagi mata!
MA PUTRI AL ISHLAHIYYAH